Selasa, 10 November 2020

Komunikasi Terapeutik

 Pengertian

komunikasi terapeutik adalah komunikasi secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipustkan untuk kesembuhan klien. Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dan klien. Persoalan mendasar dan komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan klien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi antara perawat dan klien, perawat membantu dan klien menerima bantuan. Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan professional.

Tahapan komunikasi terapetik

  1. Pra interaksi : Perawat mempersiapkan diri dank lien sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan
  2. Orientasi : Pada fase ini hubungan yang terjadi masih dangkal dan bersifat penggalian informasi. Terdiri dari lima pokok kegiatan yaitu : testing,building trust,identification of problem goals,clarification of roles dan contract formation
  3. Kerja : Perawat dituntut bekerja keras untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan pada fase orietasi. Perawat mendiskusikan masalah-masalah dengan yang merintangi pencapaian tujuan klien. Terdiri dari dua kegiatan pokok yaitu menyatukan proses komunikasi dengan perawatan dan membangun susasana yang mendukung untuk proses perubahan.
  4. Terminasi : Perawat mendorong klien untuk memberikan penilaian atas tujuan yang telah dicapai, agar tujuan yang tercapai adalah kondisi yang saling menguntungkan dan memuaskan.

Sikap Perawat Dalam Komunikasi Terapeutik

Haber J. (1982) dikutip Suryani (2005) mengidentifikasikan lima sikap atau cara menghadirkan diri secara fisik, yaitu :

  1. Berhadapan : menghadap pasien dengan jujur dan terbuka yaitu sikap tubuh dan wajah menghadap ke pasien. Artinya dari posisi ini adalah “saya siap membantu anda”.
  2. Mempertahankan kontak mata : Kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan pasien. Kontak mata pada level yang sama atau sejajar berarti menghargai dan menyatakan keinginan untuk nyaman bagi tetap berkomunikasi. Sikap ini juga dapat menciptakan perasaan nyaman bagi pasien.
  3. Membungkuk ke arah pasien : Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu yang dialami pasien. Posisi ini juga menunjukkan bahwa perawat merespon dan perhatian pada pasien untuk membantu pasien.
  4. Mempertahankan sikap terbuka : Tidak melipat kaki atau tangan menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi. Sikap terbuka perawat akan meningkatkan kepercayaan pasien pada perawat atau petugas kesehatan lainnya.
  5. Tetap rileks : Menciptakan lingkungan yang nyaman, rileks, dan menjaga privasi pasien sangat penting dalam membantu pasien untuk membuka diri. Sikap ini dapat mengontrol kesimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam berespons terhadap pasien.

Hal yang harus diperhatikan/ Evaluasi

  1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan berisi tahapan komunikasi terapeutik
  2. Komunikasi terapeutik verbal maupun non verbal diterapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar