KEDARURATAN MEDIS DAN KERACUNAN
1. KEMANUSIAAN
“Gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang merah menumbuhkan saling pengertian persahabatan, kerja sama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.”
2. KESAMAAN
“Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang lebih parah.”
3. KENETRALAN
“Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama, atau ideologi.”
4. KEMANDIRIAN
“Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan Nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga harus menaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.”
5. KESUKARELAAN
“Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.”
6. KESATUAN
“Didalam suatu Negara hanya Ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.”
7. KESEMESTAAN
“Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasioanal adalah bersifat semesta.Setiap Perhimpunan Nasional mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama manusia.”
MARS PMI
Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom pancasila
Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di persada bunda pertiwi
Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah lembaga sosial kemanusiaan yang netral dan mandiri yang didirikan dengan tujuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, tanpa membedakan latar belakang korban yang ditolong. Tujuannya semata-mata untuk mengurangi penderitaan sesama manusia yang sesuai dengan kebutuhan dan mendahulukan keadaan yang lebih parah.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya sering kita melihat seseorang yang langsung jatuh pingsan atau yang dialami korban dalam hal ini adalah kasus non trauma, maka dimasukakan kedalam kelompok kedaruratan medis.
Tidak terlepas dari pembahasan kedaruratan medis,dalam kehidupan kita sehari-hari juga dijumpai kasus keracunan, baik itu keracunan makanan maupun keracunan karena mengkonsumsi baha-bahan kimia yang berlebihan, misalnya spesifikasinya, dalam proposal ini akan dibahas tentang gejala-gejala yang sering dialami oleh masyarakat yaitu kedaruratan medis dan keracunan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu kedaruratan medis?
2. Bagaimana gejala dan tanda pada kedaruratan medis?
3. Sebutkan jenis-jenis kedaruratan medis dan cara penanganannya?
4. Apa itu keracunan?
5. Bagaimana gejala dan tanda pada keracunan?
6. Sebutkan jenis-jenis keracunan dan cara penanganannya?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini,yaitu:
1. Untuk mengetahui apa itu kedaruratan medis
2. Untuk mengetahui bagaimana gejala dan tanda pada kedaruratan medis.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis kedaruratan medis dan cara penanganannya.
4. Untuk mengetahui apa itu keracunan.
5. Untuk mengetahui bagaimana gejala dan tanda pada keracunan.
6. Untuk mengetahui jenis-jenis karacunan dan cara penanganannya.
D. Manfaat
Adapun manfaatnya materi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,seperti:
1. Supaya dapat mengetahui apa itu kedaruratan medis
2. Supaya dapat mengetahui bagaimana gejala dan tanda pada kedaruratan medis.
3. Supaya dapat mengetahui jenis-jenis kedaruratan medis dan cara penanganannya.
4. Supaya dapat mengetahui apa itu keracunan.
5. Supaya dapat mengetahui bagaimana gejala dan tanda pada keracunan.
6. Supaya dapat mengetahui jenis-jenis karacunan dan cara penanganannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kedaruratan Medis
1. Pengertian Kedaruratan Medis
Kedarurtan medis adalah semua yang dialami korban yang tidak tergolong dalam kecelakaan dimasukkan dalam kelompok kedaruratan medis. Seseorang yang mengalami kasus medis mungkin juga dapat mengalami cedera sebagai akibat dari gejala gangguan fungsi tubuh yang terjadi misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh sehingga terjadi suatu luka.
Dalam penatalaksanaan Pertolongan Pertama kasus medis tidak banyak berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal yang paling penting adalah mengenali kedaruratannya, terutama secara dini. Kesimpulan mengenai keadaan yang dihadapi hampir 80% diperoleh berdasarkan wawancara dengan penderita bila sadar, keluarganya atau saksi mata dan sumber informasi lainnya. Dalam penatalaksanaan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan napas dan memantau tanda vital penderita secara teratur, seperti:
· Tekanan darah
· Denyut nadi
· Pernafasan
· Suhu tubuh
2. Gejala dan tanda pada kedaruratan medis.
Gejala merupakan hal-hal yang dirasakan oleh penderita. Sedangkan, tanda merupakan hasil pemeriksaan medis oleh klinisi.
Gejala dan tanda pada kedaruratan medis sangat beragam, khas maupun tidak khas. Perubahan yang tidak normal dari tanda vital penderita sudah mengarah pada kedaruratan medis. Beberapa hal yang dapat diamati pada penderita yang mengarahkan kecurigaan kita pada adanya masalah medis adalah :
Gejala :
1. Demam
2. Nyeri
3. Mual, muntah
4. Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
5. Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
6. Sesak atau merasa sukar bernapas
7. Rasa haus atau lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
Tanda :
1. Perubahan status mental (tidak sadar, bingung)
2. Perubahan irama jantung : nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat.
3. Perubahan pernapasan: irama dan kualitas warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah)
4. Perubahan keadaan kulit : suhu, kelembaban, keringat berlebihan, sangat kering, termasuk perubahan warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah)
5. Manik mata : sangat lebar, atau sangat kecil
6. Bau khas dari mulut atau hidung
7. Aktivitas otot misalnya kejang atau kelumpuhan
8. Gangguan saluran cerna : mual, muntah atau diare
9. Tanda-tanda lainnya yang seharusnya tidak ada.
Anggap semua keluhan penderita adalah benar. Bila penderita merasa tidak enak atau nyaman maka perlakukan sebagai kasus medis.
3. Jenis-jenis Kedaruratan medis yang umum ditemukan
Adapun jenis-jenis kedaruratan medis yang umum ditemui:
a. Gangguan Jantung Dan Pernafasan
1. Gangguan jantung
Gejala dan tanda
- Nyeri dada atau rasa berat di dada, nyeri sering menyebarlengan kiri, leher, rahang dan punggung.
- Nyeri berkembang beberapa menit dengan permulaan yang tiba-tiba
- Penderita memegang dada dan sedikit membungkuk
- Tidak ada respon, henti nafas dan denyut nadi tidak teraba.
- Sesak nafas setelah melakukan katifitas fisik
- Nadi tidak normal
- Palpitasi
- Pelebaran pembuluh darah
- Pelebaran pemmbuluh darah balik dileher dan tubuh bagian atas.
- Bengkak dipergelangan kaki dan perut
- Mual dan muntah
- Kulit serta selaput lendir pucat, abu-abu atau kebiruan.
- Keringatan yang berlebihan
2. Penatalaksanaan
- Tenangkan penderita dan jangan panik
- Jangan tinggalkan penderita sendiri
- Penderita menghentikan semua kegiatan dan berbaring pada posisi paling nyaman.
- Pastikan jalan napas terbuka dengan baik, beri oksigen jika ada.
- Kendorkan pakaian.
- Jangan beri makan atau minum.
- Lakukan BHD (jika tidak ada respons)
- Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
3. Faktor-faktor resiko penyakit jantung
a) Faktor tidak dapat diubah
- Riwayat penyakit dalam keluarga
- Jenis kelamin
- Latar belakang etnis
- Usia
b) Faktor yang dapat diubah
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi
- Aktivitas fisik
c) Faktor penyulit
- Observasi
- Penyakit gula (diabetes)
- Stress berlebihan
4. Gangguan pernafasan
a) Gejala dan tanda
- Sukar menyelesaikan satu kalimat tanpa berhenti untuk menarik napas.
- Suara napas tambahan
- Kerja otot bantu napas.
- Tripod position.
- Irama dan kualitas pernafasan tidak normal
- Perubahan warna kulit
- Perubahan status mental
- Mengi (pada penyakit asma)
- Nadi cepat
- Batuk darah (pada TBC)
- Demam.
b) Penatalaksanaan
- Nilai pernafasan, beri bantuan napas bila perlu, jaga jalan napas selalu terbuka.
- Letakkan pada posisi paling nyaman.
- Berikan oksigen bila ada.
- Tenangkan penderita.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
b. Gangguan/perubahan status mental
Penyebab
- Gangguan kadar gula darah:
ü Hipoksemia : kadar oksigen dalam darah rendah
ü Hipoglemia : kadar zat gula dalam darah rendah
ü Heperglikimia : kadar zat gula dalam darah tinggi
- Stroke (pitam otak) : terjadi sumbatan / pecahnya pembuluh darah dalam otak.
- Pingsan (syncope / collapse) : karena peredaran darah keotak berkurang.
- Kejang umum : ayan (epilepsi)
- Infeksi dan demam
- Keracunan
- Cidera kepala
- Gangguan jiwa : histeria (penderita ingin mendapat perhatian orang sekitarnya.
1. Gangguan kadar gula darah
Terjadi akibat gangguan suatu hormon yang disebut insulin, hormon ini diperlukan untuk mengatur kadar gula darah. Gangguan hormon ini menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi (hipeglikemia)atau rendah (hipoglikemia).
a) Hiperglikemia
Gejala dan tanda:
- Nafas bau aseton (gula anggur)
- Kulit kemerahan dan kering
- Lapar dan haus
- Sering buang air kecil
- Perubahan status mental
- Terlihat seperti mabuk, linglung dan bicaranya kacau.
b) Hipoglikemia
Gejala dan tanda:
- Agresif dan/atau gelisa
- Lari cepat
- Kulit teraba dingin dan kriput
- Lapar
- Sakit kepala
- Kejang-kejang
Penyebab
- Terlambat makan, khususnya pada penderita diabetes
- Muntah-muntah
- Aktifitas fisik berat
- Suhu sangat panas atau sangat dingin
- Stres
- Kelebihan dosis insulin
Penatalaksanaan hiperglikemia dan hipoglikemia
- Lakukan penilaian dini dan usahakan untuk memperoleh riwayat penyakit
- Awasi dan pantau jalan nafas
- Berikan minum manis bila penderita sadar
- Rujuk kefasilitas kesehatan terdekat
2. Kejang
Merupakan kekakuan tubuh atau alat-alat gerak akibat kontraksi dan/atau ralaksi otot yang tidak terkontrol.
a. Penyebab:
- Penyakit kronis tertentu
- Epilepsi
- Hipoglikemia (kadar gula rendah)
- Keracunan (alkohol/obat)
- Stroke
- Demam (umumnya balita)
- Infeksi
- Tercidera kepala/otak
- Hipoksia (kadar O2 rendah)
- Komplikasi kehamilan
3. Ayan (epilepsi)
Kekakuan tubuh dan anggota gerak untuk beberapa saat yang disertai kejang dan diikuti hilangnya kesadaran.
a. Gejala dan tanda:
- Pandangan kosong
- Teriakan tercekik
- Jatuh tiba-tiba
- Wajah dan leher sinosis
- Gerakan kejang otot
- Tidak ada respon
- Mulut berbusa
- BAB dan BAK secara spontan
- Penderita sadar pada waktu yang tidak lama
- Setelah kejang biasanya korban kelelahan dan tertidur
b. Penanganan
- Lindungi penderita dari cidera
- Jangan menahan kejang
- Lindungi lidah penderita
- Posisikan stabil
- Rawat cidera
- Jaga jalan nafas
4. Pingsan (syencope/collapse)
Terjadi karna peredaran darah yang ke organ otak berkurang, yang dapat terjadi akibat emosi yang hebat, berada dalam ruang yang penuh orang tanpa udara segar yang cukup, letih dan lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga.
a. Gejala dan tanda:
- Perasaan linglung
- Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdengung
- Lemas, keluar keringat dinging
- Menguap
- Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit
- Denyut nadi terlambat
b. Penatalaksanaan:
- Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan
- Longgarkan pakaian
- Usuhakan penderita menghirup udara segar
- Periksa cidera lainnya
- Beri selimut, agar badannya hangat
- Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit
- Bila tidak cepat pulih, maka:
- Periksa nafas dan nadi
- Posisikan stabil
- Bawa ke fasilitas kesehatan
5. Histeria
Terjadi karna penderita secara kejiwaan ingin mendapat perhatian dari orang-orang sekitarnya.
a. Gejala dan tanda:
- Hilang kesadaran sesaat yang terkesan dibuat-buat
- Mungkin terguling-guling di tanah
- Nafas cepat
- Tidak dapat bergerak atau jalan tanpa sebab yang jelas
b. Penatalaksanaan:
- Tenangkan penderita
- Hindarkan penderita dari orang sekitar
- Bawa penderita ketempat yang tenang
- Dampingi penderita dan awasi terus
- Anjurkan ke dokter setelah tenang
2. Gangguan Akibat Perubahan Lingkungan
Adapun macam-macam gangguan akibat perubahan lingkungan yaitu:
a. Paparan panas (Hipetermia)
Panas dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh. Umumnya ada 3 macam gangguan yang terjadi:
1) Kram panas
Terjadi akibat kehilangan garam tubuh yang berlebihan melalui keringat.
Gejala dan Tanda:
- Kejang pada otot yang disertai nyeri
- Tungkai dan perut.
- Kelelahan.
- Mual
- Mungkin pingsan
Penatalaksanaan :
- Baringkan penderita di tempat teduh.
- Beri minum kepada penderita, bila perlu campur sedikit garam. JANGAN MEMBUANG WAKTU UNTUK MENCARI GARAM.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
2) Kelelahan Panas (Heat Axhaustion)
Terjadi akibat kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah.
Gejala dan tanda :
- Pernapasan cepat dan dangkal.
- Nadi lemah.
- Kulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
- Pucat, keringat berlebihan.
- Lemah.
- Pusing, kadang tidak repon.
Penatalaksanaan :
- Baringkan penderita di tempat yang teduh.
- Kendorkan pakaian yang mengikat.
- Tinggikan tungkai penderita sekitar 20 – 30 cm.
- Berikan oksigen bila ada.
- Beri minum bila penderita sadar.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
3) Sengatan Panas (Heat Stroke)
Merupakan keadaan yang mengancam nyawa. Suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan pada banyak kasus penderita tidak lagi berkeringat. Bila tidak diatasi dengan segera, maka sel otak akan segera mati.
Gejala dan tanda:
- Pernapasan cepat dan dalam.
- Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.
- Kulit teraba kering, panas kadang kemerahan
- Manik mata melebar.
- Kehilangan kesadaran.
- Kejang umum atau gemetar pada otot.
Penatalaksanaan :
- Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin.
- Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta di samping leher.
- Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
b. Paparan dingin (Hipotermia)
Udara dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun. Suhu lingkungan tidak perlu sampai beku untuk mencetuskan hipotermia. Ada beberapa keadaan yang memperburuk hipotermia yaitu faktor angin dan Kekurangan makanan.
Gejala dan tanda
a) Hipotermia ringan
- Penderita berbicara melantur
- Kulit menjadi agak pucat
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Badan menggigil
- Terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.
b) Hipotermia sedang :
- Menggigil.
- Terasa melayang.
- Pernapasan cepat, nadi lambat.
- Gangguan penglihatan.
- Reaksi mata lambat.
- Gemetar.
c) Hipotermia berat :
- Pernapasan sangat lambat.
- Denyut nadi sangat lambat.
- Tidak ada respon.
- Manik mata melebar dan tidak bereaksi.
- Alat gerak kaku.
- Tidak menggigil.
Penanganan hipotermia:
Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.
- Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.
- Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.
- Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada.
- Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.
- Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan pelan.
- Pantau tanda vital secara berkala.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
3. Gangguan Lainnya
1. Tenggelam
a. Pedoman pertolongan:
- Keamanan tempat
- Kondisi penderita
- Kondisi air
- Sumber daya yang tersedia
b. Penanganan
Ø Penderita respon
- Pindahkan penderita
- Lakukan pemeriksaan dini
- Beri O2 bila ada
- Jaga kehangatan tubuh penderita
Ø Jika penderita tidak respon di air dangkal:
- Pertahankan jalan nafas
- Topang punggung penderita
- Stabilisasi kepala dan leher
- Pertahankan wajah tetap keatas bila respon dan
- menghadap ke bawah jika tidak respon (di air dangkal)
Ø Jika penderita tidak respon di air yang tidak aman (dalam, dingin, dan bergerak) atau RJP
- Posisikan penderita diatas papan spinal
- Pindahkan penderita dari air
- Nafas buatan bila perlu
B. KERACUNAN
1. Pengertian Keracunan
Racun adalah suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian.Dalam keadaan sehari-hari ada beberapa zat yang sering digolongkan sebagai racun namun sebenarnya bahan ini adalah korosif, yaitu dapat menyebabkan luka bakar pada bagian tubuh dalam bila masuk ke dalam tubuh. Penatalaksanaan penderita pada kasus ini biasanya disamakan dengan keracunan.
Keracunan adalah masuknya suatu zat ke dalam tubuh, yang dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian.
Pada hakekatnya semua zat dapat berlaku sebagai racun, tergantung pada dosis dan cara pemberiannya. Hampir semua racun bekerja segera, dan k arena itu setiap kasus keracunan merupakan keadaan gawat darurat medis, dan harus mendapat pertolongan segera
a. Cara terjadinya Keracunan pada manusia:
a) Sengaja bunuh diri
Dengan minum obat-obatan/cairan kimia dalam jumlah yang berlebihan misalnya minum racun serangga,obat tidur berlebihan. Sering berakhir dengan kematian, kecuali penemuan kasus keracunan tersebutcepat dan langsung mendapat pertolongan.
b) Keracunan tidak disengaja
Misalnya:
- Makan makanan/minuman yang telah tercemar oleh kuman/ zat kimia tertentu.
- Salah minum yang biasanya terjadi pada anak-anak/orang tua yang sudah pikun misalnya obat kutuanjing disangka susu dan sebagainya.
- Makan singkong yang mengandung kadar sianida tinggi.
- Udara yang tercemar gas beracun.
b. Jalur masuknya racun dalam tubuh manusia
1. Melalui mulut/alat pencernaan.
a) Obat-obatan terutama obat tidur/penenang, biasanya dalam jumlah besar atau diminum denganbahan lain sehingga terjadi reaksi keracunan
b) Makanan yang mengandung racun misalnya: singkong, jengkol, tempe bongkrek, oncom, makanankaleng yang kadaluarsa.
c) Baygon, minyak tanah, zat pembunuh serangga lainnya.
d) Makanan atau minuman yang mengandung alkohol (bir, minuman keras)
e) Perhatikan sekitar penderita mungkin ditemukan petunjuk mengenai sebab keracunannya,misalnya botol obat, pembungkus, sisa makanan, sisa muntahan.
2. Melalui pernapasan.
a. Menghirup gas beracun/udara beracun (misal gas mobil dalam kendaraan yang tertutup).
b. Kebocoran gas industri.
3. Melalui kulit atau absorbsi (kontak)
Zat kimia/tanaman beracun yang terpapar melalui permukaan kulit dan dapat meresap ke dalamkulit tersebut.Keracunan ini dapat juga terjadi akibat tersentuh binatang yang memiliki racun pada kulit ataubagian tubuh lainnya.
4. Melalui suntikan atau gigitan
a. Gigitan / sengatan binatang berbisa (ular, kalajengking, dll.).
b. Gigitan binatang laut (ubur-abur, anemon, ketimun laut, gurita, tiram dll).
c. Obat suntik
c. Prinsip Tindakan Keracunan
1. Mencegah dan menghentikan penyerapan racun:
a. Bila racun di telan
- Encerkan Racun yang ada di dalam lambung, dengan cara beri air minum yang banyak
- Upayakan penderita muntah, efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah racun di telan (kecuali pada keracunan senyawa hidrokarbon)
- Bawa serta hasil muntahan penderita untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium
- Jangan melakukan muntah buatan pada penderita keracunan senyawa hidrokarbon dan pada penderita tidak sadar.
b. Bila Racun Melalui pernafasan
- Pindahkan Penderita ke tempat yang aman berlawanan dengan arah angin
- Beri oksigen
- Jangan berikan nafas dari mulut ke mulut
c. Bila racun melalui kulit / mata
- Pakaian yang terkena di lepas
- Cuci/ bilas bagian yang terkena dengan air yang mengalir, bila racun berbentuk serbuk lakukan penyapuan serbuk terlebih dahulu kemudian bilas dengan air
- Perhatikan jangan sampai penolong terkena
2. Pengobatan /Penanggulangan sesuai keadaan:
a. Jika Henti nafas berikan nafas buatan
b. Jika Henti jantung lakukan RJP/CPR
c. Jika nyeri bisa di berikan obat anti nyeri (parasetamol)
3. Segera evakuasi ke Pelayanan kesehatan terdekat
2. Gejala dan tanda keracunan secara umum
Gejala dan tanda keracunan yang khas biasanya sesuai dengan jalur masuk racun ke dalam tubuh.Bila masuk melalui saluran pencernaan, maka gangguan utama akan terjadi pada saluran pencernaan.Bila masuk melalui jalan napas maka yang terganggu adalah pernapasannya dan bila melalui kulitakan terjadi reaksi setempat lebih dahulu. Gejala lanjutan yang terjadi biasanya sesuai dengansifat zat racun tersebut terhadap tubuh.
Gejala dan tanda keracunan umum :
- Riwayat yang berhubungan dengan proses keracunan
- Penurunan respon
- Gangguan pernapasan
- Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
- Mual, muntah, diare
- Lemas, lumpuh, kesemutan
- Pucat atau sianosis
- Kejang-kejang
- Gangguan pada kulit
- Bekas suntikan, gigitan, tusukan
- Syok
3. Jenis-Jenis Keracunan
a. Gigitan Ular
Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus.Beberapa gejala dan tanda :
- Demam
- Mual dan muntah
- Pingsan
- Lemah
- Nadi cepat dan lemah
- Kejang
- Gangguan pernapasan
Penanganan pada gigitan ular:
1. Amankan diri penolong dan tempat kejadian
2. Tenangkan penderita
3. Lakukan penilaian dini
4. Rawat luka, bila perlu pasang bidai.
5. Rujuk ke fasilitas kesehatan
Alternatif :
- Pemakaian pembalut elastis
- Identifikasi ular (jangan memakai torniket)
b. Keracunan makanan
1. Keracunan Botulinum:
Clostridium Butolinum adalah kuman yang hidup secara anaerob, yaitu di tempat tempat yang tidak ada udaranya, kuman tersebut di temukan pada makanan kaleng yang diolah secara tidak sempurna dan juga pada makanan kaleng yang sudah kadaluarsa.
Tanda dan Gejala
- Masa Kejadian 8 jam – 8 hari
- Gangguan penglihatan, pandangan menjadi ganda
- Lemah
- Refleks pupil tidak ada (pupil mata di kasih sinar senter tidak mengecil)
- Tidak ada gangguan pencernaan dan kesadaran
Tindakan :
- Beri air minum yang banyak
- Upayakan Muntah
2. Keracunan Makanan Laut
Beberapa jenis ikan laut seperti ikan buntal dapat menyebabkan keracunan
Tanda dan Gejala :
- Masa Kejadian ¼ - 4 Jam
- Rasa Panas di sekitar mulut
- Lemah, Rasa kebal pada tangan dan kaki
- Mual, Muntah
- Nyeri pertu dan diare
- Sulit bernafas
Tindakan :
1. Beri minum yang banyak
2. Upayakan muntah
3. Berikan nafas buatan bila perlu
3. Keracunan Jengkol
Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya Kristal asam jengkol dalam saluran kencing,
Hal-Hal yang diduga mempengaruhi timbulnya keracunan jengkol :
- Jumlah yang di konsumsi
- Cara penghidangan
- Makan penyerta lainnya (udah makan jengkol, di tambah pula pete)
Tanda dan Gejala :
- Masa kejadian beberapa jam – 48 jam
- Nafas, mulut dan air seni korban bau jengkol
- Sakit pinggang yang di sertai sakit perut
- Nyeri waktu buang air kecil
- Buang air kecil kadang disertai darah
Tindakan :
- Minum air putih yang banyak
- Beri obat penghilang rasa sakit (Paracetamol)
- Kalau parah banget ke RS buat di cuci darah
4. Keracunan Jamur:
Biasanya jamur yang beracun adalah jamur yang berpenampilan menarik, jadi kalau ada cowok / cewek yang berpenampilan menarik, hati hati gan, jangan-jangan beracun.
Tanda dan Gejala :
a. Masa Kejadian dalam 6 jam
b. Sakit perut disertai diare kadang bercampur darah
c. Muntah
d. Berkeringat banyak
Tindakan :
1. Beri Minum banyak
2. Upayakan muntah
3. Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat
5. Keracunan Singkong:
Umbi singkong secara alami mengandung HCN, keracunan dapat terjadi tergantung dari jumlah HCN yang di konsumsi, cara pengolahan dan penghidangan.
Tanda dan Gejala
a. Masa kejadian 1-beberapa jam
b. Mual dan muntah
c. Sesak nafas
d. Tubuh membiru
e. Dapat terjadi koma dan kematian.
Tindakan :
1. Beri minum banyak
2. Upayakan muntah
3. Beri udara bebas
6. Keracunan Tempe Bongkek:
Tempe bongkrek terbuat dari ampa kelapa yang mengandung Baccillus Cocovenas yang membentuk asam bongkrek
Tanda dan gejala
a. Masa kejadian dalam beberapa jam
b. Kejang perut
c. Kejang otot
d. Sesak nafas, dapat terjadi kematian.
Tindakan :
1. Beri minum yang banyak
2. Upayakan muntah
3. Berikan nafas buatan bila perlu
7. Keracunan Makanan Basi:
Penyebab adalah Staphylococcus Aereus
Tanda dan Gejala
a. Mual, Muntah
b. Diare
c. Nyeri perut
d. Nyeri Kepala, demam
e. Kekurangan cairan
Tindakan:
1. Beri Minum banyak
2. Upayakan Muntah
c. Keracunan zat-zat kimia dan obat-obatan
1. Keracunan Alkohol:
Etil alcohol (wiski berkadar 40%), alcohol pekat (95% dan 75%), metil alcohol (spritus)Quote:Tanda dan Gejala
a. Kekacauan mental
b. Pupil mata melebar
c. Sering muntah muntah
d. Bau alcohol.
Tindakan :
1. Upayakan muntah bila penderita sadar
2. Pertahankan agar pernafasan baik
3. Bila sadar, beri minum kopi hitam
4. Pernafasan buatan bila perlu
2. Keracunan Acetosal:
Aspirin, Naspro (obat sakit kepala)
Tanda dan gejala
a. Nafas dan nadi cepat
b. Gelisah
c. Nyeri perut
d. Muntah (sering bercampur darah)
e. Sakit Kepala.
Tindakan
1. Upayakan muntah
2. Beri minum air atau susu
3. Berikan vitamin K bila muntah bercampur darah
3. Keracunan Sedativa Psikotropika:
Obat tidur
Tanda dan gejala
a. Refleks berkurang
b. Nafas lambat
c. Awal nya pupil mengecil lama-lama melebar
d. Syok (nadi cepat lebih 100 kali, dan tekanan darah rendah).
Tindakan :
1. Beri Minum air banyak
2. Upayakan muntah
4. Keracunan Arsenicum:
Racun Tikus, Insektisida, Pengawet kayu.
Tanda dan gejala:
a. Perut dan tenggorokan rasa terbakar
b. Muntah
c. Mulut kering
d. Buang air besar seperti air cucian beras
e. Nafas dan kotoran berbau bawang
f. Kejang.
Tindakan
1. Upayakan muntah
2. Beri air hangat
5. Keracunan Senyawa Hidrokarbon:
Bensin, minyak tanah, baygon,detergen.
Tanda dan gejala
Ø Bila terhirup
a. Nyeri kepala
b. Mual
c. Muntah
d. Lemah
e. Sesak nafas.
Ø Bila tertelan
1. Muntah
2. Diare.
Tindakan
a) Jangan lakukan muntah
b) Beri minum air hangat
c) Jangan beri susu
6. Keracunan Monoksida (CO):
Sifat: tidak berbau dan bewarna
Umber gas CO dapat bersala dari gas domestic dan gas pembuangan mesin, cara kerja CO dalam tubuh yaitu bergabung dengan hemoglobin dalam darah, akibatnya hemoglobin tidak dapat mengikat O2
Tanda dan Gejala
a. Bibir dan kulit berwarna merah jambu
b. Sakit kepala dan pusing
c. Korban bingung
d. Sesak nafas
e. Syok.
Tindakan:
- Pindahkan korban ke area yang aman berlawanan dengan arah angin
7. Keracunan H2S
Sifat : tidak berbau dan tidak berwarna, lebih ringan dari CO dan O2, sumber H2s bersal dari tambang eksplorasi gas alam. Dapat masuk kedalam organ pernafasan, berat dan ringan keracunan H2S tergantung dari jumlah H2S yang masuk kedalam tubuh penderita.
Tanda dan gejala
a. Sesak nafas
b. Seperti orang tercekik
c. Syok
d. Wajah biru
e. Tidak sadar.
Tindakan :
- Jauhkan penderita dari lokasi sumber H2S, berlawanan dengan arah angin
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kedaruratan medis adalah semua yang dialami korban yang tidak tergolong dalam kecelakan atau non trauma serta dapat juga mengalami cedera sebagai akibat dari gejala gangguan fungsi tubuh, misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh sehingga terjadi suatu luka.
Adapun gejala yang terjadi pada kedaruratan medis, yaitu:
- Demam
- Nyeri
- Mual, muntah
- Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
- Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
- Sesek atau merasa susah bernafas
- Rasa haus atau lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
Adapun tanda yang terjadi pada kedaruratan medis, yaitu:
- Perubahan status mental (tidak sadar, bingung)
- Perubahan irama jantung : nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat.
- Perubahan pernapasan: irama dan kualitas warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah)
- Perubahan keadaan kulit : suhu, kelembaban, keringat berlebihan, sangat kering, termasuk perubahan warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah)
- Manik mata : sangat lebar, atau sangat kecil
- Bau khas dari mulut atau hidung
- Aktivitas otot misalnya kejang atau kelumpuhan
- Gangguan saluran cerna : mual, muntah atau diare
- Tanda-tanda lainnya yang seharusnya tidak ada.
Secara umum gangguan medis dapat dibagi menjadi:
1. Gangguan jantung dan pernafasan
2. Gangguan kesadaran atau perubahan status mental
3. Gangguan akibat perubahan lingkungan
4. Gangguan lainnya.
Keracunan adalah masuknya suatu zat ke dalam tubuh, yang dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian.
Gejala dan tanda keracunan umum :
- Riwayat yang berhubungan dengan proses keracunan
- Penurunan respon
- Gangguan pernapasan
- Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
- Mual, muntah, diare
- Lemas, lumpuh, kesemutan
- Pucat atau sianosis
- Kejang-kejang
- Gangguan pada kulit
- Bekas suntikan, gigitan, tusukan
- Syok
Keracunan di bagi menjadi:
- Gigitan ular
- Keracunan makanan
- Keracunan zat-zat kimia dan obat-obatan
B. SARAN
Proposal yang berjudul “kedaruratan medis dan keracunan” ini semoga dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi pembaca. Penulis berharap kepada pembaca agar kiranya memberikan saran atau masukan apabiala terdapat kekurangan dalam proposal ini.
DAFTAR PUSTAKA
https://oshigita.wordpress.com/2013/10/16/pemeriksaan-tanda-tanda-vital-vital-sign/comment-page-1/
https://ksrpmiunair.wordpress.com/2012/06/03/kedaruratan-medis-dan-pendarahan/
http://ksrpmiunit108.blogspot.com/2013/04/kedaruratan-medis.html
http://ksrpmiunitikopin.blogspot.com/2010/10/keracunan.html