Senin, 19 Oktober 2020

MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR


A.   KOMPETENSI DASAR     

Menerapkan penyiapan tempat tidur klien

 

B.   INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1.    Menerapkan penyiapan tempat tidur klien

a.    Menjelaskan tujuan penyiapan tempat tidur klien

b.    Menentukan teknik penyiapan tempat tidur klien

2.      Melaksanakan penyiapan tempat tidur klien

a.    Menyiapkan alat perbeden untuk tempat tidur klien

b.    Melakukan penyiapan tempat tidur klien

 

C.    URAIAN MATERI

1.    Konsep Dasar

Pemenuhan kebutuhan kebersihan lingkungan klien yang dimaksud adalah kebersihan tempat tidur. Melalui kebersihan tempat tidur diharapkan pasien dapat tidur dengan nyaman tanpa gangguan selama tidur sehingga dapat membantu proses penyembuhan. Dengan kata lain menyiapkan tempat tidur merupakan tindakan dari keperawatan dalam rangka mempertahankan kebersihan lingkungan untuk persiapan tempat tidur pasien/ klien.

2.    Prinsip - Prinsip Mengganti Alat Tenun

a.    Menggunakan prinsip asepsis dengan menjaga alat tenun lama jauh dari badan perawat (tidak menempel pada seragam)

b.    Jangan mengibaskan alat tenun lama karena hal itu dapat menyebarkan mikroorganisme lewat udara

c.    Alat tenun yang lama jangan diletakkan di lantai untuk mencegah penyebaran infeksi

d.    Jaga privasi, kenyamanan dan keamanan pasien

e.    Melaksanakan penyiapan tempat tidur klien secara sistematis dan berurutan

f.     Harus percaya diri dan tidak ragu – ragu

g.    Sprei yang terpasang harus licin dan tegang (tidak ada lipatan/ lecek)

 

3.    Tujuan secara umum

a.    Meningkatkan kenyamanan klien.

b.    Menjaga tempat tidur tetap bersih, kering, dan tidak kusut sehingga meminimalisir                 kemungkinan terjadinya iritasi kulit.

c.    Mempertahankan energi dan status kesehatan klien (terutama jika perawat merapikan         tempat tidur dengan pasien berada di atas tempat tidur).

 

4.    `Indikasi

Efektif dilakukan jika:

a.     Akan ada klien baru yang masuk ruang rawat

b.     Persiapan klien yang baru saja dioperasi

c.      Sudah waktunya linen diganti

d.     Linen dan alat tenun lainnya basah, lembab, kotor


D.  Jenis Persiapan Tempat Tidur

1.      Unoccupied Bed (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya):

a)      Closed Bed (tempat tidur tertutup)

b)      Open Bed (tempat tidur terbuka)

c)      Aether Bed (tempat tidur pascaoperasi)

2.      Occupied Bed (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya)

 

E.  Prinsip Perawatan Tempat Tidur

a)    Tempat tidur klien harus selalu bersih dan rapih.

b)   Linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu, jika kotor.

c)    Pengguaan linen bersih harus sesuai kebutuhan dan tidak boros.

 

F.  Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Perawatan Tempat Tidur

a)    Hindari kontaminasi pada linen bersih.

b)   Ketika akan mengganti linen pada tempat tidur klien, bawa linen sesuai kebutuhan.jangan membawa linen berlebihan untuk menghindari terjadinya kontaminasi kuman atau mikroorganisme dan infeksi nosokimial dari satu klien ke klien lain.

c)    Pada saat memasang linen bersih, bentangkan linen di atas tempat tidur, jangan di kibaskan.

d)   Jangan menempatkan linen kotor pada tempat tidur klien, meja atau peralatan klien lainnya.

e)    Saat memasang linen atau alat tenun pada tempat tidur klien, gunakan cara yang efektif dan kerjakan pada satu sisi dulu setelah selesai baru pindah ke sisi lain.

f)    Tempatkan linen atau alat tenun yang kotor pada tempat yang bertutup (ember yang ada tutupnya). Bawa dengan hati-hati jangan menyentuh pakaian perawat dan cuci tangan setelahnya.

g)   Perawat harus tetap memperhatikan keadaan umum klien selama melaksanakan tindakan.

  1.    UNOCCUPIED BED (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya)

a.    Closed Bed (tempat tidur tertutup)

Merupakan tempat tidur yang sudah disiapkan dan masih tertutup dengan sprei penutup (over laken) diatasnya.

 

Ø Tujuan

a)    Agar siap pakai sewaktu-waktu

b)   Agar tampak selalu rapi

c)    Memberikan perasaan senang dan nyaman pada klien.

 

Ø Persiapan alat

1.    Alat tenun dilipat dan disusun menurut pemakaiannya:

a)    Laken/sprei besar

b)    Perlak/zeil

c)    Stik laken / sprei melintang

d)   Boven laken

e)    Selimut dilapat terbalik (bagian dalam selimut dilipat diluar)

f)     Sarung bantal

g)    Over laken/sprei penutup

2.    Sarung tangan

 Ø Prosedur pelaksanaan

1.    Cuci tangan

2.    Pakai sarung tangan

3.    Letakkan alat tenun yang telah dilipat dan disusun sesuai pemakaian didekat tempat tidur

4.    Pasang sprei besar/laken dengan ketentuan berikut:

a)    Garis tengah lipatan diletakkan tepat ditengah kasur

b)   Bentangkan sprei, masukkan sprei bagian kepala kebawah kasur ± 30 cm; demikian juga pada kaki, tarik setegang mungkin

c)    Pada ujung setiap sisi kasur bentuk sisi 90, lalu masukkan seluruh tepi sprei kebawah kasur dengan rapi dan tegang

5.    Letakkan perlak melintang pada kasur ± 50 cm dari bagian kepala

6.    Letakkan stik laken diatas sprei melintang, kemudian masukkan sisi-sisinya kebawah kasur bersama dengan perlak

7.    Pasang boven pada kasur daerah bagian kaki, pada bagian atas yang terbalik masukkan kebawah kasur ± 10 cm kemudian ujung sisi bagian bawah (kaki) dibentuk 90 dan masukkan kebawah kasur.tarik sisi atas sampai terbentang.

8.    Pasang selimut  pada kasur bagian kaki, pada bagian atas yang terbalik dimasukkan kebawah kasur ± 10 cm kemudian ujung sisi-sisinya dibentuk 90 dan masukkan kebawah kasur. Tarik sisi atas sampai terbentang

9.    Lipat ujung atas boven sampai tampak garis/pitanya

10.Masukkan bantal kedalam sarungnya dan letakkan diatas tempat tidur dengan bagian yang terbuka dibagian bawah

11. Pasang sprei penutup (over laken)

12. Lepas sarung tangan

13. Cuci tangan

 

Perhatian: Jika tindakan dikerjakan oleh dua perawat, masing-masing perawat berdiri dikanan dan kiri tempat tidur dan tindakan dikerjakan bersamaan.

 b.   Open Bed (tempat tidur terbuka)

Merupakan tempat tidur yang sudah disiapkan tanpa sprei penutup (over laken)

 Ø Tujuan

Dapat segera digunakan

 Ø Pelaksanaan

a)    Jika ada klien baru

b)   Pada tempat tidur klien yang dapat/boleh turun dari tempat tidur

 Ø Persiapan alat

1.    Alat tenun dilipat dan disusun menurut pemakaiannya:

a)    Laken/sprei besar

b)    Perlak/zeil

c)    Stik laken / sprei melintang

d)   Boven laken

e)    Selimut dilapat terbalik (bagian dalam selimut dilipat diluar)

f)     Sarung bantal

2.    Sarung tangan

 

Ø Prosedur pelaksanaan

Seperti menyiapkan tempat tidur tertutup, tetapi tidak dipasang over laken. Jika telah tersedia tempat tidur tertutup, angkat over laken kemudian lipat.


Perhatian:

-Alat tenun yang sobek tidak boleh dipakai.

-Memasang alat tenun harus tegang dan rata agar rapih dan nyaman dipakai.

 

c.    Tempat tidur klien pasca operasi (Aether bed)

Ø Pengertian

Merupakan tempat tidur yang disiapkan untuk klien pascaoperasi yang mendapat narkose (obat bius)

 Ø Tujuan

a.    Menghangatkan klien

b.    Mencegah penyakit/komplikasi pascaoperasi

c. Alat-alat tenun tidak kotor

d. Memudahkan perawatan

 Ø Persiapan alat

1.    Alat-alat tenun untuk tempat tidur terbuka ditambah satu selimut

2.    Dua buah buli-buli panas/WWZ (warm water zack), dengan suhu air 40C-43C

3.    Perlak dan handuk dalam satu gulungan dengan handuk dibagian dalam

4.    Sarung tangan

 Ø Prosedur pelaksanaan

1.    Cuci  tangan

2.    Pakai sarung tangan

3.    Pada tempat tidur terbuka, angkat bantal dan bentangkan gulungan perlak dan handuk pada bagian kepala

4.    Pasang selimut tambahan hingga menutup seluruh permukaan tempat tidur

5.    Letakkan buli-buli panas pada sprei dan selimut pada bagian kaki, arahkan mulut buli-buli ke pinggir tempat tidur

6.    Angkat buli-buli panas sebelum klien dibaringkan, setelah kembali dari kamar bedah

7.    Lipat pinggir selimut tambahan bersama-sama selimut dari atas tempat tidur pada salah satu sisi tempat masuknya klien, sampai batas pinggir kasur, lalu lipat sampai sisi yang lain.

8.    Lepas sarung tangan

9.    Cuci tangan

 Perhatian:

-Alat tenun harus selalu bersih

-Buli-buli panas jangan sampai bocor (periksa dulu sebelum dipakai)dan tutupnya jangan sampai lepas/kurang kencang

-Buli-buli panas dapat dipakai kembali jika diperlukan, dang anti airnya jika sudah dingin.

 

2.    OCCUPIED BED (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya)

Ø Pengertian

Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien tanpa memindahkan klien

 Ø Tujuan

a)    Memberian perasaan senang pada klien

b)   Mencegah terjadinya dekubitus

c)    Memberikan kebersihan dan kerapian

 Ø Pelaksanaan

Tempat tidur klien yang tirah baring total (sakit keras atau tidak sadar/koma)

 Ø Persiapan alat

1. Alat tenun dilipat dan disusun menurut pemakaiannya:

a)    Laken/sprei besar

b)   Perlak/zeil

c)    Stik laken / sprei melintang

d)   Selimut dilapat terbalik (bagian dalam selimut dilipat diluar)

e)    Sarung bantal

2. Tempat sprei kotor ada tutupnya/ember tertutup

3. Sarung tangan

4. Lap kerja

5. Lisol

6. Dua buah ember


Ø Prosedur pelaksanaan

1.        Cuci tangan

2.        Pakai sarung tangan

3.        Miringkan pasien, bila pasien tidak dapat miring sendiri, dibantu oleh seorang perawat lagi yang memegang atau menahan bagian bahu dan paha pasien dari sisi lain

4.        Tempatkan bantal dibawah kepala pasien

5.        Lepaskan alat-alat tenun dari bawah kasur dimana perawat berdiri

6.        Gulung alat-alat tenun sampai ke punggung pasien

7.        Bersihkan kerangka tempat tidur sebelah tempat perawat berdiri

8.        Bentangkan sprei bersih memanjang dengan lipatan tengahnya tepat pada bagian tengah tempat tidur

9.        Sisipkan sprei bagian kepala dan kaki kebawah kasur

10.    Bentangkan perlak dan stik laken kemudian menyisipkan bagian sisi kebawah kasur

11.    Telentangkan pasien kemudian memiringkan ke sisi lain

12.    Perawat pindah kesisi lain dengan membawa alat-alat kebersihan

13.    Lepaskan alat-alat tenun dari bawah kasur

14.    Angkat sprei perlak dan stik laken yang kotor kemudian masukkan ke tempat sprei kotor

15.    Bersihkan kerangka tempat tidur seperti yang dilakukan pada sisi yang lain

16.    Sisipkan sprei bagian kepala dan kaki kebawah kasur kemudian membuat sudut dan Sisipkan bagian sisi kebawah kasur

17.    Sisipkan perlak dan stik laken ke bawah kasur

18.    Telentangkan pasien

19.    Angkat bantal kemudian diratakan kapuknya dan diganti sarungnya dengan yang bersih, lalu diletakkan kembali dibawah kepala pasien

20.    Ganti selimut kotor dengan yang bersih , menyisipkan sprei  dan selimut bagian kaki kebawah kasur

21.    Lepas sarung tangan

22.    Cuci tangan

Perhatian:

-  Perhatikan keadaan pasien selama bekerja

-  Bekerja dengan rapi, cepat dan tepat agar tidak melelahkan pasien

-  Semua alat tenun harus terbentang tegang dan rata, jangan sampai terdapat lipatan

-  Cara tersebut di atas tidak boleh dikerjakan pada pasien yang tidak boleh miring

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar