Senin, 19 Oktober 2020

MEMINDAHKAN PASIEN / TEKNIK AMBULASI PASIEN

 

A.    Definisi

Yang dimaksud dengan memindahkan pasien adalah memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain.

 

B.     Tujuan

Tujuan memindahkan pasien adalah membatasi dan menghindarkan pergerakan pasien sesuai dengan keadaan  fisik atau diagnosanya

 

C.    Teknik memindahkan pasien

1.   Teknik memindahkan pasien dari kursi roda (rool stoel) ke tempat tidur

2.   Teknik memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda (rool stoel)

3.   Teknik memindahkan pasien dari kereta dorong (brankart) ke tempat tidur

4.   Teknik memindahkan pasien dari tempat tidur ke kereta dorong (brankart)

 

1.      Teknik Memindahkan Pasien Dari Kursi Roda (Rool Stoel) Ke Tempat Tidur

Ø Definisi

Suatu kegiatan yang dilakuan pada klien dengan kelemahan kemampuan fungsional untuk berpindah dari kursi roda ke tempat tidur.

 

Ø Tujuan

Mengembalikan klien ke tempat tidur setelah menjalani prosedur tertentu atau setelah aktivitas lain

 

Ø Persiapan alat

a.    Tempat tidur yang sudah disiapkan sesuai dengan keadaan umum pasien

b.    Seorang atau dua orang tenaga perawat

c.    Rool Stoel

 

Ø Prosedur Pelaksanaan

1.         Memberitahu pasien tentang hal-hal yang akan dilakukan

2.         Mencuci tangan

3.         Mengunci kursi roda,bila tidak memakai kunci bagian belakang harus di tahan oleh perawat lain.

4.         Perawat berdiri di depan pasien

5.         Kedua tangan perawat memegang pinggang pasien dan kedua tangan pasien.  memegang bahu perawat.

6.         Membantu pasien berdiri dan keluar dari kursi roda

7.         Memegang pinggang pasien dengan tangan kanan dan tangan kiri pasien memeluk bahu kiri perawat

8.         Memegang tangan kiri pasien dengan tangan kiri

9.         Menuntun pasien sampai ke sisi tempat tidur dengan melangkahkan kaki secara teratur (kalau pasien melangkahkan kaki kirinya maka perawat melangkahkan kaki kirinya), kemudian membantu pasien  membelakangi tempat tidur.

10.     Mendudukan pasien kesisi tempat tidur

11.     Menahan punggung pasien dengan tangan kanan dan tangan kiri membantu mengangkat kedua kaki pasien, diletakkan di atas tempat tidur, lalu dibaringkan/ditidurkan.

12.     Merapikan pasien

13.     Mengembalikan kursi roda pada tempatnya

14.     Mencuci tangan

 

Ø Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan

a.    Observasi keadaan umum pasien.

b.    Hindari tindakan yang menimbulkan rasa lelah pada pasien

 

2.      Teknik Memindahkan Pasien Dari Tempat Tidur Ke Kursi Roda (Rool Stoel)

Ø Definisi

Suatu kegiatan yang dilakukan pada klien dengan kelemahan kemampuan fungsional untuk berpindah dari tempat tidur ke kursi roda.

 

Ø Tujuan

a.    Melatih otot skelet untuk mencegah kontraktur atau sindrom disuse,

b.    Mempertahankan kenyamanan pasien,

c.    Mempertahankan kontrol diri pasien,

d.   Memindahkan pasien untuk pemeriksaan(diagnostik, fisik, dll.),

e.    Memungkinkan pasien untuk bersosialisasi,

f.     Memudahkan perawat yang akan mengganti seprei (pada pasien yang toleransi dengan kegiatan ini), dan

g.    Memberikan aktifitas pertama (latihan pertama) pada pasien yang tirah baring.

 

Ø Persiapan pasien memindahkan dari tempat tidur ke kursi roda:

a.    Kaji kekuatan otot pasien,

b.    Mobilitas sendi,

c.    Toleransi aktivitas,

d.   Tingkat kesadaran,

e.    Tingkat kenyamanan,

f.     Kemampuan untuk mengikuti instruksi.

g.    Selalu kunci rem pada kedua roda kursi sebelum anda memindahkan pasien ke kursi roda. Naikkan sanggaan kaki sehingga pasien dapat duduk di kursi roda. Turunkan sangaan kaki ketika pasien berada di atas kursi roda.

 

 

 

 

 

Ø Persiapan Alat:

a.    Handscun atau sarung tangan (jika perlu),

b.    Kursi roda (posisi kursi pada sudut 45° terhadap tempat tidur, dikunci, angkat penyokong kaki, dan kunci kaki tempat tidur),

c.    Tempat tidur yang sudah disiapkan sesuai dengan keadaan umum pasien

 

Ø Prosedur Pelaksanaan :

1.         Memberitahu pasien tentang hal-hal yang akan dilakukan

2.         Cuci tangan

3.         Lakukan persiapan yang telah disebutkan di atas,

4.         Bantu pasien untuk posisi duduk di tepi tempat tidur, dan siapkan kursi roda dalam posisi 45° terhadap tempat tidur,

5.         Pastikan bahwa pasien menggunakan sepatu/sandal yang stabil dan tidak licin,

6.         Renggangkan kedua kaki Anda,

7.         Fleksikan kedua panggul dan lutut Anda, sejajarkan lutut Anda dengan lutut pasien,

8.         Rangkul aksila pasien dan tempatkan tangan Anda di skapula pasien,

9.         Angkat pasien sampai berdiri pada hitungan ke-3 sambil meluruskan panggul dan tungkai Anda, dengan tetap mempertahankan lutut agak fleksi,

10.     Pertahankan stabilitas tungkai yang lemah atau paralisis dengan lutut,

11.     Tumpuhan pada kaki yang jauh dari kursi,

12.     Instrusikan pasien untuk menggunakan lengan yang memegang kursi untuk menyokong,

13.     Fleksikan panggul dan lutut Anda sambil menurunkan pasien ke kursi,

14.     Kaji pasien untuk kesejajaran yang tepat untuk posisi duduk,

15.     Posisikan pasien pada posisi yang dipilih,

16.     Observasi pasien untuk menentukan respons terhadap pemindahan. Observasi terhadap kesejajaran tubuh yang tepat dan adanya titik tekan,

17.     Cuci tangan setelah prosedur yang dilakukan

 

Ø Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan

a.    Observasi keadaan umum pasien.

b.    Hindari tindakan yang menimbulkan rasa lelah pada pasien

 

3.      Teknik Memindahkan Pasien Dari Kereta Dorong (Brankart) Ke Tempat Tidur

Ø Definisi

Memindahkan klien dari atas brankart ke tempat tidur dengan maksud tertentu

 

Ø Tujuan

a.    Melaksanakan tindakan perawatan tertentu yang tidak dapat dikerjakan diatas brankart

b.    Memindahkan klien pada tempat perawatan selanjutnya

Ø Persiapan alat

a.    Tempat tidur yang sudah disiapkan sesuai dengan keadaan umum pasien

b.    Dua atau tiga tenaga perawat (tergantung dari bobot atau keadaan pasien)

c.    Kereta Dorong (Brankart)

 

Ø Prosedur pelaksanaan

1.    Memberitahu pasien tentang hal-hal yang akan dilaksanakan

2.    Mencuci tangan

3.    Menempatkan kereta dorong sedemikian rupa sehingga membentuk sudut 90° yaitu bagian kepala brankart berada pada bagian kaki tempat tidur atau sejajar dengan tempat tidur (bila pasien dapat menggerakkan badannya sendiri).

4.    Mengambil selimut dari atas tempat tidur dan menutupkannya pada pasien. Perawat yang akan mengangkat pasien berdiri di sebelah kanan pasien, berdiri menurut tinggi yaitu paling tinggi berdiri di bagian kepala, yang terpendek berdiri di bagian kaki pasien.

5.    Perawat memajukan masing-masing kaki kiri sedikit ke depan

6.    Susupkan lengan-lengan perawat di bawah leher, punggung, bokong, paha, kaki pasien dengan telapak tangan menghadap ke atas sampai mencapai sisi kiri pasien, telapak tangan perawat dirapatkan ke badan pasien dengan sedikit ditekan untuk menahan agar pasien tidak lepas/jatuh.

7.    Perawat yang berdiri di bagian kepala memberi aba-aba dan dengan serentak pasien diangkat, dan melangkahkan kaki secara teratur dan hati-hati.

8.    Meletakkan pasien secara bersama-sama dan perlahan-lahan

9.    Merapikan pasien

10.     Mengembalikan kereta dorong ke tempat semula

11.     Mencuci tangan

 

Ø Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan

a.    Observasi keadaan umum pasien.

b.    Hindari tindakan yang menimbulkan rasa lelah pada pasien

 

4.      Teknik Memindahkan Pasien Dari Tempat Tidur Ke Kereta Dorong (Brankart)

Ø Definisi

Tindakan pemindahan pasien yang dilakukan oleh dua sampai tiga orang perawat. Pemindahan ini dapat dari tempat tidur ke brankart atau tempat tidur ke tempat tidur lain. Pemindahan ini biasanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dan atau tidak boleh melakukan pemindahan sendiri.

 

Ø Tujuan

Memindahkan pasien dari ruangan ke ruangan lain untuk tujuan tertentu (pemeriksaan diagnostik, pindah ruangan, dll

 

Ø Waktu Pelaksanaan

Aktivitas ini dilakukan pada waktu membersihkan tempat tidur pasien, bila pasien akan dibawa ke bagian rontgen dan lain-lain.

 

 

 

Ø Persiapan pasien memindahkan dari tempat tidur ke brankart:

a.    Kaji kekuatan otot pasien,

b.    Mobilitas sendi,

c.    Toleransi aktivitas,

d.   Tingkat kesadaran,

e.    Tingkat kenyamanan,

f.     Kemampuan untuk mengikuti instruksi.

 

Ø Persiapan alat-alat :

a.    Kereta dorong

b.    Selimut

c.    Tiga orang tenaga perawat

d.   Tempat tidur yang sudah disiapkan sesuai dengan keadaan umum pasien

 

Ø Prosedur Pelaksanaan:

1.    Memberitahu pasien tentang hal-hal yang akan dilaksanakan

2.    Mencuci tangan

3.    Menempatkan kereta dorong sedemikian rupa sehingga membentuk sudut 90° yaitu bagian kepala brankart berada pada bagian kaki tempat tidur atau sejajar dengan tempat tidur (bila pasien dapat menggerakkan badannya sendiri).

4.    Mengambil selimut dari atas kereta dorong dan menutupkannya pada pasien (caranya seperti cara memasang selimut mandi). Perawat yang akan mengangkat pasien berdiri di sebelah kanan pasien, berdiri menurut tinggi yaitu paling tinggi berdiri di bagian kepala, yang terpendek berdiri di bagian kaki pasien.

5.    Majukan masing-masing kaki kiri sedikit ke depan

6.    Susupkan lengan-lengan perawat di bawah leher, punggung, bokong, paha, kaki pasien dengan telapak tangan menghadap ke atas sampai mencapai sisi kiri pasien, telapak tangan perawat dirapatkan ke badan pasien dengan sedikit ditekan untuk menahan agar pasien tidak lepas/jatuh.

7.    Perawat yang berdiri di bagian kepala memberi aba-aba dan dengan serentak pasien diangkat, dan melangkahkan kaki secara teratur dan hati-hati menuju kereta dorong.

8.    Meletakkan pasien secara bersama-sama dan perlahan-lahan diatas kereta dorong

9.    Merapikan pasien

10.     Menjauhkan pasien dan kereta dorong dari tempat tidur atau dibawa keluar/pergi

11.     Membereskan tempat tidur

12.     Mencuci tangan

 

Ø Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan

a.    Observasi keadaan umum pasien.

b.    Hindari tindakan yang menimbulkan rasa lelah pada pasien

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar